Mari Bersyukur

Beberapa minggu yang lalu sebelum tulisan ini Gue post, Gue sempat dengar satu khutbah saat Sholat jum'at. kurang lebih seperti ini:

   'Suatu siang yang panas di sebuah Proyek pembangunan Gudung yang cukup besar. siang itu adalah siang yang cukup sibuk bagi para pekerja, sang mandor pun tampak sangat sibuk siang hari itu, karena terlalu sibuk si mandor kemudian memanggil salah satu anak buah nya yang berada di bawah. berkali-kali sang mandor memanggil nya namun si pegawai tak merespon nya karena tidak mendengar panggilan si Mandor.

  Akhir nya si Mandor pun memancing si pegawai agar melihat nya. Si mandor mengeluar kan uang kertas berwarna merah dari dompet nya dan melemparkan nya ke si pegawai dengan harapan Dia akan menoleh kearah nya. Namun apa yang terjadi? si Pegawai hanya mengambil uang tersebut tanpa tau dari mana uang itu berasal dan kembali sibuk dengan kerjaan nya.

  Tak kapok, si mandor kembali mengambil uang dari dompet nya, namun kali ini Ia mengambil uang kertas yang berwarna biru dan kembali Ia lemparkan ke si pegawai nya dengan harapan mau melihat ke arah nya dan membantu nya. lagi-lagi si pegawai tidak mengindah kan isyarat yang diberikan si Mandor dan hanya mengambil uang tersebeut kemudian mengantongi nya dan kembali sibuk dengan aktivitas nya.

  Si mandor mulai kesal, namu Ia masih berusaha memanggil pegawai nya itu. kali ini si Mandor mengambil uang koin pecahah seribu dari dompet nta dan kembali melemparkan nya ke arah pegawai nya, lagi. sipegawai tidak merespon nya. Merasa usaha nya sia-sia si Mandor pun hampir putus asa, namun Dia ingat sesusatu, PUTUS ASA bukan lah hal yang baik, dan bertentangan dengan prinsip nya yang anti putus asa.

  Akhir nya si Mandor mencoba dengan cara lain, Ia mengambil sebuah batu kerikil dan melemparkan nya tepat mengenai helm yang dipakai si Pegawai. Si pegawai mengeluh 'Aduh! siapa yang telah kurangajar kepadaku melempari ku dengan batu ini?!' sampai akhir nya si Pegawai sadar bahwa sedari tadi si Mandor sedang memanggil nya.'

  Nah, seperti itu lah kadang manusia disaat sedang diberi kenikmatan Dia lupa darimana datang nya ni'mat itu? sedangkan saat Ia mendapat kan musibah Dia malah kadang berkata 'kenapa ini semua terjadi sama Gue sih?'. seberner nya ini juga tamparan buat Gue sih, Gue juga kadang jarang bersyukur, padahal mungkin diluar sana masih banyak orang-orang ynag enggak seberuntung Gue. mungkin diluar sana masih ada orang yang harus bekerja dari pagi sampai malam hanya untuk makan satu kali. mungkin diluar sana masih banyak orang yang sedang membutuh kan uluran tangan dari kita.

  BERSYUKUR itu kata yang sangat simpel, tapi setengah mati untuk dilakukan nya. Gue berharap Gue bisa lebih menyukuri apa yang telah Tuhan berikan kepada Gue karena Gue ingat ada sebuah ayat yang berbunyi katanya Jika kita bersyukur atas ni'mat yang telah Tuhan berikan, maka Tuhan akan menambah lagi ni'mat nya.

sekian postingan dari Gue. semoga kita semua bisa lebih bersyukur.



Ditulis di Jl. Kayu Jati V Rawamangun
Jakarta Timur 

Comments

Popular Posts